Kisah bayi Debora contoh buruk pelayanan rumah sakit

Temen-temen pasti udah denger kisah bayi debora. Ini satu contoh buruk pelayanan rumah sakit kalau benar dugaan bayi berusia empat bulan ini meninggal dunia karena lambannya pelayanan kesehatan. Apalagi lambannya karena keterbatasan dana orang tuanya.

Bagi kebanyakan orang terutama orangtua yang memiliki bayi, kisah Debora ini pasti sangat terasa. Mereka bisa merasakan kepedihan hati orangtua Debora. Seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com kejadian menyedihkan ini diceritakan pemilik akun Facebook Birgaldo Sinaga dalam statusnya. Birgaldo, menuturkan bahwa Debora sesak nafas dini hari. Kedua orang tuanya Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Debora sempat mendapat penanganan di instalasi gawat darurat rumah sakit. Berdasarkan hasil diagnosa, dokter mengatakan bayi Debora harus segera dibawa ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit).

Semua orangtua pasti akan menyetujui perawatan yang tepat bagi anaknya namun sayang untuk bisa masuk ke ruang PICU orangtua Debora harus menyediakan uang Rp19,8 juta. Rumah sakit ini tak bekerja sama dengan BPJS sehingga orangtua Debora terpaksa mencari uang. Namun sayang uang yang terkumpul hanya 5 juta jauh dari cukup.

Terkait sorotan dugaan lambannya pelayanan kesehatan karena biaya ini, RS Mitra Keluarga Kalideres dalam keterangan laman resmi, rumah sakit menyatakan, Debora masuk ke rumah sakit dalam kondisi tak sadar dan tubuh membiru. Penanganan segera dilakukan diantaranya dengan penyedotan lendir, pemompaan oksigen, infus, suntikan dan pengencer dahak. Setelah ditangani, kondisi Debora saat itu membaik meski masih sangat kritis.

 

 

Rumah sakit kemudian menganjurkan agar Debora dibawa ke ruang khusus berikut biaya yang harus dikeluarkan.

“Ibu pasien mengurus ke bagian administrasi, dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap dan ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan,” demikian tertulis di keterangan resmi rumah sakit seperti dilansir dari cnnindonesia.com

Rumah sakit kemudian membantu mencari rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS agar Debora bisa dipindahkan dan dirawat ke ruang khusus. Sekitar pukul 09.15 WIB, rumah sakit mendapat konfirmasi bawah ada rumah sakit bekerja sama dengan BPJS dan punya ruang khusus untuk perawatan intensif anak. Koordinasi antardokter segera dilakukan untuk mengetahui kondisi bayi Debora. Namun saat koordinasi dilakukan, perawat memberitahukan bahwa kondisi Debora memburuk.

Pemerintah dalam hal ini kementrian dalam negeri telah memberikan pernyataan. Dilansir dari kompas.com mendagri menyatakan sanksi sosial terhadap rumah sakit tersebut paling tepat. Mendagri mengatakan jangan berobat ke rumah sakit yang tidak manusiawi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *