Mengkhawatirkan, kekerasan yang dilakukan anak sekolah

Mengkhawatirkan, kekerasan yang dilakukan anak sekolah. Belakangan di sosial media terutama di Facebook beredar kembali berita kekerasan yang terjadi di kalangan anak sekolah. Sebenarnya ini bukan berita baru karena peristiwanya terjadi bulan januari 2015. Berita ini kembali mencuat ke permukaan setelah ibu korban menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.

Seperti dikutip dari detikcom, ibu korban Maria Agnes mengatakan anaknya yang bernama Hillarious¬†Christian Even Raharjo menjadi korban dari tradisi yang telah dilakukan sejak tahun 2010 di SMA Budi Mulia. Tradisi itu adalah duel satu lawan satu ala gladiator, biasa disebut dengan istilah “bom-boman”.

“Dari cerita teman-temannya, ‘bom-boman’ itu sudah ada dari tahun 2010. Sudah biasa, setiap tahun. Tapi baru anak saya yang sampai meninggal,” kata Maria seperti dikutip dari detikcom, Kamis (14/9/2017) malam.

Praktik kekerasan di kalangan anak sekolah bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu yang lalu, beredar video kekerasan yang dilakukan sekelompok anak sekolah berseragam terhadap seorang anak sekolah. Dalam video itu anak sekolah yang menjadi korban dipukul dan disuruh mencium tangan pelaku.

Praktik kekerasan yang dilakukan anak-anak sekolah memang bukan baru kali ini saja terjadi. Hal ini sudah berlangsung sejak lama. Kondisi yang memprihatinkan ini seperti semakin mengkhawatirkan karena didukung dengan teknologi digital yang semakin terjangkau. Peristiwa kekerasan direkam dan langsung bisa disebarkan.

Teknologi digital ini seharusnya bisa menjadi satu keuntungan untuk mencegah atau minimal mengurangi potensi kekerasan yang diakibatkan. Semoga ke depannya, masyarakat berani menggunakan teknologi digital jika melihat potensi terjadi kekerasan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *