Dalam Artikel SEO, Content is Still the King

Dalam Artikel SEO Content is still the king. Bagi sebagian orang yang suka bermain SEO memiliki kesenangan sendiri dengan melakukan berbagai trik agar artikel mereka cepat naik rangkingnya di Google. Tapi sebagian lagi masih percaya bahwa konten yang bernilai lebih berperan dalam menaikkan rangking website mereka.

Tentunya konten yang memiliki bobot nilai yang tinggi dan informatif bagi pengunjungnya. Seperti apa sih konten yang berkualitas itu? Tidak ada yang lebih tahu konten yang berbobot selain Anda sebagai pemilik website atau usaha dan calon konsumen Anda. Semakin Anda mengetahui siapa target konsumen Anda, maka Anda akan mendapatkan gambaran konten yang akan Anda share ke website Anda.

Untuk itu lakukanlah riset tentang konsumen yang Anda target. Siapa mereka, kebiasaannya, kesenangannya, dan terutama apa masalah mereka. Hadirlah dengan informasi yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Tentunya informasi tersebut tetap harus relevan dengan website yang Anda kerjakan.

Misalnya Anda mengerjakan website yang menjual produk kesehatan untuk orangtua, buatlah artikel-artikel terkait. Seperti bagaimana olahraga yang benar untuk lansia, Istirahat berkualitas untuk lansia. Perkuat artikel Anda dengan rujukan-rujukan dari buku-buku kesehatan sehingga menambah kepercayaan pengunjung yang membaca artikel Anda.

Pasti banyak sekali website yang menyediakan informasi seputar lansia ya. Lalu bagaimana kita supaya stand out diantara para penyedia informasi kesehatan lansia? Google sangat mengapresiasi konten yang orisinil. Kathryn Aragon dalam artikelnya The Essence of SEO: What Is High-Quality Content? menjelaskan agar artikel kita berbobot fokuslah pada konten bukan kata kunci.

Meskipun sudah banyak informasi seputar lansia tapi algoritma Google mengenali jika ada informasi baru yang disampaikan oleh sebuah website. Kebutuhan manusia selalu bertambah. Oleh karena itu buatlah artikel yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan pembaca, bukan kebutuhan search engine atau mesin pencari. Hindari trik-trik yang tujuannya untuk mengakali algoritma mesin pencari. Pikirkanlah sesuatu yang unik, bernilai, dan melibatkan banyak orang.

Yang terakhir menegaskan agar kita selalu berusaha mencari selling point yang unik, membedakan website kita dengan pesaing, selalu menawarkan nilai lebih kepada pengunjung website kita. Mesin pencari dalam hal ini Google adalah bisnis yang menjawab keingintahuan orang.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fokus pada konten bukan kata kunci bukan berarti kita mengabaikan kata kunci. Di sini maksudnya kita diingatkan untuk tidak mengumbar kata kunci dalam sebuah artikel. Pernahkah Anda menemukan sebuah website yang isinya kata kunci semua? Malas kan lihatnya. Begitu juga Google. Oleh karena itu pakailah kata kunci sewajarnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *